Sponsored

Sponsored
At the heart of trading

Monday, December 28, 2015

PENJELASAN ISTILAH

Business Inventories
Angka persediaan barang yang telah dihasilkan namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah ekoonomi di masa yang akan datang.

Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh pengguna (dalam rata-rata) untuk berbagai barang dan jasa tertentu (lebih kurang 200  kategori). CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI menunjukan naiknya kadar inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya kadar suku bunga(interest rate).
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakupi barang-barang produksi lokal, CPI juga merangkumi barang-barang import. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para penganalisis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakupi komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih tepat dalam mengukur tingkat inflasi.

Consumer Confidence
Data ini mengukur tahap optimisme pengguna terhadap prestasi ekonomi. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tahap pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak menggambarkan signifikan pada tren secara keseluruhan.

Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).

Factory Orders
Adalah data yang mengukur nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang diumum satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga secara langsung angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tahap permintaan pasaran. Ertinya ekonomi akan semakin lebih baik.

Gross Domestic Product (GDP)
GDP mengukur nilai market barang-barang dan perkhidmatan yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau perkhidmatan tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tahap penggunaan, pelaburan, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih eksport.
GDP diumum setiap suku tahun, angka data ini menunjukkan peratusan pertumbuhan dari suku sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 : 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berimpak signifikan bagi market.

Housing Starts & Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang mengukur jumlah pembangunan unit perumahan baru setiap bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan permit untuk pembangunan rumah.
Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, menjangkakan perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat melembabkan ekonomi dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru manandakan pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.

Institute for Supply Management (ISM) Index
Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002.
Merupakan survey penting pada aktiviti pengilangan AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulan, Menyediakan pandangan awal yang terperinci tentang sektor pengilangan sebelum dikeluarkannya laporan pekerjaan lain.
Survei ini dikenal dengan ketepatan jangka waktunya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventori, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir menunjukan kekuatan penawaran, sementara tiga komponen sebelumnya menunjukan kekuatan permintaan.
Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan imbangan antara dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve.
Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.

Industrial Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur jumlah produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (elitrik, air, gas, pengangkutan, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat dijangka secara tepat dari jumlah jam kerja dari laporan ketenaga kerja. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tahap pengeluaran pelayanan awam yang  sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan pada indikator ini diartikan sebagai naiknya kadar inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya kadar suku bunga (interest rate).

Capacity Utilization
Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization mengukur tahap penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun seiring dengan siklus perniagaan. Naiknya tahap produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tahap kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai kadar ketepatanya.
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya kadar inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan signal tentang tren ekonomi yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.

Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu ekonomi. Merupakan jumlah dari:
• Jumlah wang yang beredar dalam bentuk syiling maupun kertas;
• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
• Jumlah wang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahawa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk menjangkakan tahap inflasi. Namun, ianya menjadi tidak dapat diandaikan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80’an.

Non-farm Payrolls (NFP)
Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun kerajaan.
Indeks ini mencerminkan keadaan sektor komersil & industri. Semakin tinggi nilainya menandakan tingginya tahap pertumbuhan ekonomi

Producer Price Index (PPI)
Adalah sekumpulan indeks yang mengukur tahap perubahan harga jual barang dan jasa pada waktu tertentu yang diterima oleh para pengusaha domestik. PPI dihitung berdasarkan tiga area produksi : industri, komoditi, & produksi barang setengah jadi.
Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI

Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tahap Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami perkembangan, di bawah 50 berarti mengalami penguncupan.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tahap produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktiviti perindustrian.

Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Pentingnya produktiviti telah berkembang beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve telah mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tahap inflasi.

Personal Consumption Expenditures – PCE
Lebih-kurang sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

Retail Sales
Data ini menghitung jumlah penerimaan kedai-kedai retail, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor perkhidmatan di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan peratusan perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya. Revisi dari data yang sudah dirilis dapat menyebabkan fluktuasi harga yang cukup signifikan.

Trade Balance
Trade balance adalah perbezaan bersih dari nilai eksport dan import barang dan perkhidmstsn suatu negara dalam suatu mssa tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).

University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yang mewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
Unemployment Rate
Adalah persentase jumlah pencari kerja dibandingkan jumlah penduduk. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
Weekly Initial Jobless Claims
Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.
Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

No comments:

Post a Comment

Sponsored